Indonesia Negeri Impian

Pada suatu siang di Museum Air Tawar TMII, 2009

Sambil duduk menikmati secangkir kopi hitam, akoe menatap Naila yang sedang asik melemparkan remah-remah roti ke danau buatan di depan Museum Air Tawar di Taman Mini Indonesia Indah. Putri kecil-koe ini begitu riang menatap ikan-ikan yang merubung menyantap remah roti yang barusan dilemparkannya. Tidak tampak tanda-tanda lelah meski sudah sejak pagi kami keliling dan bermain di banyak wahana. Mulai dari naik kereta gantung, monorail, dan yang terakhir kami baru saja bermain bola raksasa di atas danau sampai akhirnya dia berteriak Lapar!

Kami memilih menyantap makan siang di rumah makan kecil yang terletak tepat di pinggir danau. Kami sengaja memilih duduk di pelataran belakang agar Naila bisa melihat danau dan bermain-main dengan ikan.

Puas bermain-main, Naila menghampiri meja dan meraih gelas es jeruk kemudian meminumnya melalui sedotan. Tampak keringat membasahi wajahnya yang memerah dibelai sinar mentari.

Akoe segera mencomot sehelai tissue untuk membersihkan wajahnya yang cantik dari basah keringat. 

“Pa, Indonesia itu keren ya” ujar Naila tiba-tiba. Akoe menatap wajah lucunya sambil tersenyum tipis mendengar kata-katanya barusan.

“iya donk. Namanya juga Negeri Impian” akoe menjawab sambil tersenyum menatap matanya yang agak sipit.

“negeri impian itu apa?” tanya Naila sambil menyedot es jeruk dengan wajah tak acuh. Pertanyaan khas Naila jika ada kalimat yang menurutnya agak asing. Dia kerap bertanya seperti itu. Ngalah itu apa? ngantri itu apa?

“negeri impian itu, artinya negeri yang bikin orang-orang pengen dateng. Tadi liat sendiri kan, banyak bule disini? berarti mereka pengen banget dateng ke Indonesia. Karena Indonesia ini negeri impian” Naila mendengarkan penjelasan-koe tetap dengan gayanya yang tak acuh. Anak ini memang seperti itu. Istilah anak sekarang, gaya cuek.  Dia jarang menatap langsung lawan bicaranya. Dia lebih sering berbicara sambil mengerjakan hal lain. Entah sambil menulis, minum atau sekedar mengaduk-aduk es jeruk dengan sedotan seperti yang dilakukannya saat ini.

“di rumah kita juga ada bule. Tuh si Joe kan papa nya bule” ujar Naila lagi sambil kembali menikmati es jeruknya.

Ah iya, si Joe. Tetangga sebelah rumah yang blasteran Australia dan China-Bangka.

“Nah, iya. Papa nya Joe aja mau pindah ke sini. Cari kerja di Indonesia. Karena Indonesia itu negeri impian”

“Karena Indonesia keren” pungkas Naila. Kali ini ia mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum lebar dan menatap wajahku. Akoe mengangguk sambil mengacungkan jempol tanda setuju dengan ungkapannya.

“Naila tau gak, orang-orang bule itu bukan baru sekarang aja lho dateng ke Indonesia. Udah dari jaman dulu mereka rajin dateng ke sini. Malah, bukan hanya orang bule. Ada orang India, ada orang Cina, ada orang Jepang, orang Mesir juga ada.”

“Orang Mesir itu yang bikin Mummy ya Pa” tukas Naila kembali dengan gaya cuek nya.

“Iya betul. Naila mau denger gak cerita tentang orang-orang Mesir yang dateng ke Indonesia”

“mau”

====

Pengen tau ceritanya juga ? baca dalam kisah : “Mesir Kuno dan Kapur Barus“.

#edisicuplikanbukuAkoeIndonesia

Salam Kreatif,
Thiar Bramanthia

Inisiator Akoe Indonesia | Konsultan Kreatif 

19 total views, 3 views today

Thiar Bramanthia

Inisiator AkoeIndonesia, Konsultan Kreatif dan Digital Marketing, Pemerhati Budaya Nusantara dan Blogger yang doyan kopi kental sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *