Sang Utusan Dari Mongolia (1)

Pagi buta di Singosari tahun 1289…

Bagian selatan Bukit Lawang masih diselimuti kesunyian pagi. Sinar mentari kekuningan malu-malu menerobos dedaunan lalu berpendar menembus kabut tipis membentuk garis-garis kecil mencoba mengusir dingin seusai hujan deras tadi malam.

Belalang kecil melompat diantara dedaunan runtuh lalu menggeliat menyambut sinar mentari seolah menyapa selamat pagi.

Burung-burung kecil baru muncul satu dua ekor bersama kicauannya yang ragu-ragu lalu berebut embun di pucuk daun mangga.

Ditengah damainya kesunyian pagi, tiba-tiba terdengar gemuruh derap langkah kaki kuda di kejauhan menembus kabut memecah sepi.

Adalah Meng Khi, Laksamana Mongolia yang sedang memacu kudanya dengan tatapan tajam ke depan. Di sebelahnya ada seorang perwira yang berkuda mendampinginya dengan setia. Dibelakangnya lagi masih ada sepuluh prajurit Mongolia mengikuti.

Meng Khi adalah Laksamana yang sangat disegani dan ditakuti baik oleh lawan maupun kawan. Mongolia sendiri adalah kerajaan besar dibawah kepemimpinan Kaisar Kubilai Khan yang merupakan cucu dari Jenghis Khan.

Jenghis Khan, yang berarti Khan dari segala-galanya sebenarnya terlahir dengan nama Temujin. Dia berasal dari daerah pegunungan Burkhan Khaldun dekat sungai Onon dan Herden. Ayahnya bernama Yesugei, seorang kepala suku Tartar. Ibunya bernama Borte, seorang gadis dari suku Onggirat.

Pada masa pemerintahan Jenghis Khan, Mongolia telah berhasil menguasai utara Tiongkok, Xia Barat atau Asia Barat, Asia Tengah, dan Persia.

Lalu ketika kekuasaan Jenghis Khan dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Ogedei Khan, Mongolia berhasil menaklukkan kerajaan Jin, Rusia, Polandia dan Hungaria.

Pemerintahan Mongolia kemudian dilanjutkan oleh Batu Khan anak dari Jochi Khan yang merupakan kakak sulung Ogedei Khan.

Dimasa pemerintahannya, Batu Khan mengirim pasukannya untuk menduduki tanah Arab yang sebelumnya dikuasai Eropa.

Selanjutnya, barulah Kubilai Khan yang menjadi pewaris kerajaan Mongolia.

Dibawah kepemimpinan Kubilai Khan, Mongolia berhasil memperluas daerah kekuasaan ke seluruh daratan Cina, Korea, Burma, Vietnam dan Kamboja.

Sebenarnya Kubilai Khan juga pernah melakukan dua kali penyerangan ke Jepang pada tahun 1274 dan 1280. Namun keduanya gagal karena pasukan Mongolia dihancurkan oleh 

badai topan Kamikaze yang mengakibatkan tewasnya prajurit Mongolia dalam jumlah yang sangat besar.

Meski gagal menyerbu Jepang, namun dikemudian hari akhirnya Jepang mengakui kekuasaan Mongolia yang ditandai dengan penyerahan Upeti dari Kaisar Jepang kepada Kubilai Khan.

bersambung ke bagian 2

 

#edisicuplikanbukuAkoeIndonesia

Salam Kreatif,
Thiar Bramanthia

Inisiator Akoe Indonesia | Konsultan Kreatif 

102 total views, 1 views today

Thiar Bramanthia

Inisiator AkoeIndonesia, Konsultan Kreatif dan Digital Marketing, Pemerhati Budaya Nusantara dan Blogger yang doyan kopi kental sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *